Istilah
generasi millennial memang saat ini memang sedang tren didengar. Istilah
tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan
penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.
Millennial generation atau generasi Y yang juga akrab disebut generation me
atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam
menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, para pakar menggolongkannya
berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka
yang lahir pada 1980 sampai dengan 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya.
Perbedaan
generasi milenial dengan generasi sebelumnya adalah mereka berkembang dan
tumbuh besar di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Mau tidak mau
pengaruh teknologi jelas berdampak terhadap pembentukan karakter, sikap dan
gaya hidup bagi generasi ini. Kehidupan mereka tidak akan bisa lepas dari
penggunaan teknologi dalam kehidupannya. Lantas yang menjadi pertanyaan, dengan
berbagai macam perbedaan sikap dan karakter dari generasi sebelumnya apakah
mendidik generasi milenial memerlukan strategi khusus. Menjadi tantangan bagi
guru terutama di tingkat SMP dan SMA dalam mendidik generasi milenial dimana
banyak dari meraka saat ini berada di tingkatan tersebut.
Guru sebagai
pribadi yang berperan dalam menanamkam karakter positif siswa, dituntut untuk
peka dalam menanggapi dinamika perubahan ini. Guru harus mampu mengimbangi
perkembangan generasi mileneal, artinya guru saat ini harus melek IT. Tantangan
guru di era milenial sangat berat dibanding guru – guru di era terdahulu.
Selain menguasai aspek materi keilmuan yang di ajarkan. Guru dituntut memahami
teknologi dan selalu menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Guru yang
diharapkan oleh generasi milenial saat ini adalah yang bisa menggunakan
teknologi dan cerdas dalam mengetahui situasi pembelajaran. Di era saat ini
guru benar-benar harus mampu mengoperasikan dan mahir terhadap kecanggihan
teknologi. Materi pembelajaran saat ini sudah banyak tersedia secara online.
Pengoperasian blog bagi guru sangatlah berperan dalam upaya mempermudah komunikasi
pembelajaran secara online. Banyak fasilitas lain tersedia di dunia maya yang
dapat dimanfaatkan guru untuk kelancaran pembelajaran di era mileneal saat ini.
Tuntutan guru
untuk mampu mengimbangi perkembangan siswa mileneal ini tentunya mau tidak mau
harus dipenuhi oleh guru. Peningkatan kompetensi guru harus terus dikembangkan.
Keberadaan workshop satu guru satu blog (sagusablog) ini tentunya menjadi salah satu
alternatif untuk peningkatan kompetensi guru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar